Restorasi Ekosistem dan Perubahan Iklim

Adakah kaitan antara Restorasi Ekosistem dengan perubahan iklim? Tentu saja ada.

Restorasi Ekosistem (RE) merupakan upaya untuk memulihkan kondisi hutan alam sebagaimana sedia kala sekaligus meningkatkan fungsi dan nilai hutan baik ekonomis maupun ekologis. Izinnya yang dinamakan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Restorasi Ekosistem (IUPHHK-RE) dikeluarkan oleh Menteri Kehutanan. Lokasinya berada di hutan alam produksi. Continue reading

Elang Flores yang Terancam Punah

Sejak ditetapkan sebagai jenis tersendiri, status elang flores mengkhawatirkan. Saat ini total populasi burung anggota famili Accipitridae itu diperkirakan hanya 100–240 ekor. Oleh karena itu Badan Konservasi Dunia (IUCN International Union for Conservation of Nature) menetapkannya sebagai jenis kritis karena kecenderungan populasinya yang terus menurun.

Elang flores. Foto: Burung Indonesia/Feri Irawan

Elang flores. Foto: Burung Indonesia/Feri Irawan

Ahli burung dari Universitas Padjadajaran, Prof Dr Djohan Iskandar mengatakan, merosotnya populasi elang flores kemungkinan karena habitat alaminya yang terganggu. Penyusutan luas tutupan hutan serta perburuan dan perdagangan ilegal turut memicu turunnya populasi elang itu. Artinya elang flores tinggal selangkah lagi menuju kepunahan. “Sejatinya jenis itu telah dilindungi oleh pemerintah melalui PP No.7/1999. Namun, dugaan saya masih ada perburuan liar untuk perdagangan atau klangenan,” tutur Dr. Dewi Malia Prawiradilaga, ahli elang dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Continue reading

Garuda Dari Golodewa

Sinar mentari menembus celah kabut yang masih menggelayut di Perkampungan Ranggawatu, Desa Golodesat, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Fernandus Jawa mengendari mobil bergardan dua menyusuri trans Flores yang berkelok-kelok. Saat memasuki Desa Golodamu, Bas van Ballen mendadak meminta agar Fernandus mengurangi kecepatan mobil. Fernandus lantas menepikan mobil. Bas van Ballen bergegas mengeluarkan binokuler dari dalam tas ranselnya. “Coba lihat di depan sana. Seekor elang besar sedang bertengger,” kata ahli burung asal Belanda yang sudah tersohor di dunia itu.

Sosok elang yang ditunjuk Bas tampak gagah. Kakinya kokoh mencengkeram cabang pohon matoa Pometia pinnata yang hampir mati. Dadanya putih membusung. Sorot matanya tajam, penuh kewaspadaan. Perlahan kami mengendap-endap agar tidak mengusik keberadaannya yang bertengger sekitar 200 meter di hadapan kami. Begitu dekat, akhirnya Bas yakin bahwa sosok kharismatik itu memang elang flores Nisaetus floris yang kian langka. Continue reading

Mengapa Burung Penting?

Burung merupakan satwa bersayap yang banyak memberi nilai positif bagi alam. Fungsinya juga beragam, mulai dari menebar biji, membantu penyerbukan, hingga sebagai indikator alami kesehatan lingkungan.

Di alam, rangkong merupakan burung yang berperan dalam penyebaran biji. Adanya rangkong di hutan menunjukkan hutan tersebut masih bagus karena jenis ini hanya dapat hidup di pohon-pohon besar. Sebagai burung pemakan buah, rangkong turut melakukan kegiatan penyebaran biji. Tanpa campur tangan rangkong, jenis pohon tertentu mustahil akan tetap tumbuh karena induk pohon yang menua mati tanpa penerus. Continue reading

Nasib Burung di Hari Bumi

Berapa jumlah total jenis burung liar di Indonesia? Berdasarkan data Burung Indonesia – LSM yang berkiprah dalam pelestarian burung liar dan habitatnya – Indonesia di tahun 2013 memiliki 1.605 jenis burung. Atau, sekitar 16% dari total jenis burung yang ada di dunia. Jumlah ini menobatkan negara kita dalam posisi lima besar dunia bersama Columbia, Peru Brasil, dan Ekuador.

Dari jumlah tersebut, tercatat 126 jenis tergolong terancam punah. Rinciannya adalah 19 jenis Kritis (Critically Endangered/CR), 35 Genting (Endangered/EN), dan 72 Rentan (Vulnerable/VU). Semua jenis itu, masuk dalam Daftar Merah (Red List) International Union for Conservation of Nature (IUCN). Continue reading

Dear Jul…

IMG_1503-1

Jul bertengger di pohon medang. Foto: Rahmadi

“Jul datang, itu Jul,” teriak girang Musadat, sembari menunjuk pohon medang (Litsea sp.) yang tingginya sekitar lima meter. Sontak, mobil bergardan dua yang baru saja membawa kami melintasi pemukiman Suku Batin Sembilan, Hutan Harapan, Jambi, berhenti mendadak. Tanpa perlu komando, kami yang berada di dalam mobil bergegas keluar. Sementara, rekan yang berada di bak belakang terbuka segera melompat. Semua berpacu, melihat Jul lebih dekat. Continue reading

Arti Penting Sebuah Pohon

Pohon merupakan potensi jangka panjang yang harus dijaga.

ImagePohon juga memiliki nilai keindahan dan sisi ekonomis. Sebuah pohon kamper di Dexing, Cina, yang diperkirakan berusia 1.800 tahun dengan tinggi 23 meter dan bisa dilingkari 18 orang bergandeng tangan, mampu meneduhkan kawasan lebih dari 1.000 meter persegi. Sementara, Kota Melbourne, Australia, telah memiliki Victoria’s Hetitage Act (1995) yang berisikan perlindungan pohon-pohon langka atau yang berusia ratusan tahun beserta standar pengelolaannya. 

Sebatang pohon yang tumbuh juga diperkirakan dapat mengikat 10 hingga 15 kg karbon dioksida. Diperkirakan, dalam satu hektarnya bisa menyerap sekitar 10 ton karbon dioksida yang disemburkan ke atmosfer melalui asap kendaraan dan pabrik industri setiap tahunnya.   Continue reading

Otanaha Castle

Datanglah ke Benteng Otanaha. Dari sini, kita akan puas menatap Danau Limboto dan memandang jelas Goronto. Dari benteng bersejarah ini pula kita merasakan cita rasa sejarah Gorontalo.

Benteng Otanaha terletak di atas Bukit Desa Dembe I, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo. Bentuknya lingkaran yang garis tengahnya kurang lebih dua puluh meter. Otanaha secara harfiah diartikan sebagai benteng yang ditemukan oleh Naha. Ota bermakna benteng sedangkan naha adalah orang yang menemukan benteng ini.

Continue reading