Cendrawasih Gagak, Burung Tak Secantik Bidadari

Cendrawasih gagak merupakan jenis burung yang namanya menggunakan perpaduan antara cendrawasih dan gagak. Selain namanya yang unik,  asal-usulnya juga  menarik. Seperti apakah penampilannya?

Gambar

Cendrawasih gagak. Foto: Hanom Bashari

Cendrawasih dikenal sebagai burung bidadari berbulu indah. Indonesia sungguh beruntung memiliki burung khas Papua yang terkenal di seluruh dunia ini. Dari sekitar 40 jenis cendrawasih yang ada di seluruh dunia, sekitar 27 jenisnya hidup di Indonesia. Uang kertas senilai 20 ribu rupiah yang diterbitkan Bank Indonesia pada 10 Februari 1992 pernah menampilkan gambar cendrawasih yaitu jenis cendrawasih merah.

Sementara gagak, merupakan kebalikan cendrawasih. Gagak adalah burung yang umumnya berwarna hitam dan sering dikaitkan dengan mitos kejahatan. Di negara eropa, gagak disebut sebagai burungnya paranormal alias tukang ramal yang kadang suka bertengger di pundaknya. Di Indonesia, burung gagak yang datang atau hinggap di suatu tempat dianggap oleh sebagian masyarakat kita sebagai pembawa berita duka atau kematian.

Bagaimana dengan cendrawasih gagak? Burung yang dalam bahasa Inggris dipanggil dengan sebutan Paradise-crow ini merupakan burung yang lebih mewarisi wajahnya gagak ketimbang cendrawasih. Artinya, meski gagak memiliki nama depan cendrawasih namun tidak tampak sedikitpun keindahan pada dirinya.

Lihatlah warna bulunya yang coklat kehitaman, paruh yang tebal, dan mata merah menyala. Kesukaannya juga terbang dan bertengger secara kelompok. Bandingkan dengan jenis cendrawasih lainnya yang memiliki variasi bulu sangat indah dari warna hitam, merah, jingga, hijau berkilau, hingga coklat tentulah sangat berbeda. Meski begitu, sejatinya, cendrawasih gagak dalam taksonomi burung tetap masuk dalam kategori burung-burung cendrawasih atau keluarga Paradisaeidae.

Gambar

Cendrawasih kecil. Foto: Rahmadi

Uniknya, tidak seperti saudara serumpunnya – jenis-jenis cendrawasih – yang sebagian besar hidup di Papua dan pulau-pulau kecil sekitarnya, cendrawasih gagak hanya hidup alami dan terbatas di Kepulauan Maluku Utara. Dengan sendirinya, jenis ini merupakan asli atau endemik Indonesia.

Secara silsilah taksonomi burung, memang keluarga gagak (Corvidae) dan cendrawasih sangatlah berdekatan. Menurut Hanom Bashari, Biodiversity Analyst Burung Indonesia, cendrawasih gagak merupakan anggota keluarga cendrawasih yang paling berkerabat dengan keluarga gagak. Sehingga tak heran walaupun masuk dalam keluarga cendrawasih, namun penampilan burung ini masih mirip dengan gagak.“Di alam aslinya, burung ini dapat hidup di hutan primer sampai sekitar permukiman manusia. Mereka biasanya memakan buah-buahan hutan dan beragam serangga” tutur Hanom.

Cendrawasih gagak (Lycocorax pyrrhopterus) merupakan satu dari sekitar 1.600 jenis burung yang menghiasi khasanah keragaman burung di Indonesia. Pemerintah telah menetapkannya sebagai jenis dilindungi melalui Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.*

Tautan: http://www.burung.org/Artikel/cendrawasih-gagak-burung-tak-secantik-bidadari.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s