Burung Sebagai Lambang Negara

Burung merupakan satwa yang dekat manusia. Makhluk yang jago terbang ini nyatanya tidak hanya mahir mengangkasa tetapi juga mumpuni sebagai lambang negara. Perlu bukti? Lebih dari dua puluh negara di dunia menggunakan jenis burung sebagai lambang negaranya.

Gambar

Burung garuda

Bolivia misalnya, menjadikan burung kondor andes (Vultur gryphus) sebagai lambang negara. Negara Simon Bolivar ini menganggap bahwa kondor merupakan burung yang mewakili semangat nasionalisme sekaligus simbol kekuatan dan kesehatan. Meski secara mitologi, burung ini dianggap sebagai representasi dewa matahari yang bertugas mengatur alam semesta. Namun, secara keseluruhan, burung pemangsa bangkai yang tersebar di wilayah Pegunungan Andes ini merupakan burung kebanggaan masyarakat Bolivia.

Amerika pun begitu bangga dengan elang kepala botak (Bald Eagle) sebagai lambang negaranya yang ditetapkan pada 20 Juni 1782. Meski diawalnya ada perdebatan dalam pemilihan lambang tersebut, yaitu antara kalkun yang dianggap berkelakuan baik ketimbang elang yang penampakannya sangar.

Menurut masyarakat Amerika, elang kepala botak merupakan satwa yang cerdas, gagah, dan menggetarkan musuh, sebagaimana umumnya jenis elang. Hal ini terlihat dalam ungkapan “An adroit man is such as an eagle which always hides its claws” yang berarti manusia pintar laksana elang yang selalu menyembunyikan cakarnya.

Burung ini tidak hanya dijadikan sebagai lambang nasionalisme tetapi juga menjadi simbol kebudayaan serta lambang pengaruh Amerika pada aspek sosial, ekonomi, politik dan pertahanan. Keberadaannya dapat dilihat dalam mata uang, perangko, hingga dokumen resmi pemerintah.

Begitu juga dengan Lech, pendiri negara Polandia, yang begitu terkesima saat melihat seekor elang bertengger gagah menjaga sarangnya di sebuah pohon. Latar sinar mentari yang menelingkupinya, membuat burung tersebut seolah memancarkan cahaya putih yang berasal dari sayapnya. Sebuah mahkota indah tampak pula di kepalanya.

Elang tersebut kemudian dikenal sebagai elang putih, dalam bahasa Polski disebut Orzeł Biały (dibaca Ojeu Biawe), dan ditetapkan sebagai lambang negara Polandia tahun 1927 melalui amandemen. Meski tahun 1945 mahkota yang ada di kepala elang diganti dengan bintang namun, tahun 1990 lambang versi lama digunakan kembali dengan tampilan lebih segar.

Bagaimana dengan Indonesia? Negara kita menggunakan garuda sebagai lambang negara yang dalam kehidupan nyata sosoknya tergambar dalam diri elang jawa. Dalam Kitab Adiparwa disebutkan bahwa garuda merupakan burung gagah berani yang dijadikan kendaraan Dewa Wisnu. Burung yang berdiam di surga ini diperkenalkan oleh Presiden Soekarno kepada khalayak sebagai lambang negara pada 15 Februari 1950 di Hotel Des Indes Jakarta.

Menurut catatan sejarah, elang telah digunakan sebagai simbol sejak tahun 3000 sebelum masehi di Sumeria. Kondisi ini terus berlanjut hingga masa kekuasaan Romawi yang menggunakan elang juga sebagai panji kebesarannya.

Ya, burung merupakan makhluk yang dapat dilihat keberadaannya di penjuru bumi.Penggunaan burung sebagai lambang suatu negara menunjukkan bahwa burung merupakan makhluk terkenal yang mendapat tempat terhormat di kehidupan manusia.

Tanpa mempersempit fungsinya sebagai lambang suatu negara, sudah dipastikan bahwa burung merupakan makhluk yang banyak memberi manfaat bagi kehidupan manusia dan alam sekitar. Elang yang kita sebutkan namanya ini, memiliki peran sebagai top predator atau pemangsa puncak dalam siklus rantai makanan.

Dengan kata lain, para pendiri negara di dunia, termasuk Indonesia, pastinya tidak sembarang menjadikan burung  sebagai lambang negara. Jadi, jangan anggap sepele burung.*

Majalah Atmosphere Indonesia. Edisi 12 Februari 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s