Burung pada Asosiasi Sepakbola

20100826131658_SEPAKBOLA_ILUSTRASI2

Dari 208 anggota sepakbola yang tergabung dalam Federation International Football Association (FIFA), sekitar 25 negara menggunakan burung sebagai simbol asosiasinya. Burung tersebut merupakan lambang atau representasi karakter suatu bangsa yang tentunya sangat diagungkan dalam perjalanan sejarahnya.

Indonesia, melalui Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) menggunakan simbol burung juga di seragam tim nasional. Garuda, sebagai lambang negara sekaligus kebanggaan rakyat Indonesia. Akan tetapi, kenyataannya, pada simbol PSSI tidak terdapat gambar garuda.

Simbol PSSI yang berwarna biru hanya berupa bola, bunga teratai, akar, ombak dan gelombang, padi, serta tulisan melingkar Football Association of Indonesia. Secara filosofis, bunga teratai mewakili makna kesucian yang selalu dipakai bangsa-bangsa di Asia. Sedangkan warna biru mencerminkan bahwa PSSI lahir, hidup, dan mati di alam Indonesia. Mengapa berbeda?

Berikut negara yang menggunakan burung pada asosiasi sepakbolanya.

Jepang

Jepang merupakan negara kepulauan di Asia Timur dengan luasan 377. 835 km2. Empat pulau besar yang terkenal adalah Hokkaido, Honshu, Shikoku, dan Kyushu sekaligus melengkapi sekitar 3.900 pulau kecil lainnya. Wilayahnya berbatasan denga Rusia di utara; Korea, Cina Daratan, dan Laut Jepang di timur; Filipina dan Laut Cina di selatan; serta Samudera Pasifik sebelah timurnya.    

ImageAsosiasi Sepakbola Jepang, Japan Football Association (JFA), berdiri tahun 1921 dan berafiliasi dengan FIFA pada 1929 dengan inisial JPN. JFA, selain mengatur roda kompetisi J-League, merupakan tempat bernaungnya dua ribu klub dengan jumlah pemain teregistrasi sekitar satu juta lebih.

Kesebelasan Jepang dijuluki ”Blue Samurai” karena kostum yang digunakannya berupa kaus biru-celana putih-kaus kaki biru dengan lambang Yatagarasu di kiri dada. Sedang samurai merupakan pedang panjang nan tajam yang keampuhannya terletak pada material penyusun serta proses perlakuan saat pengerjaan. 

Yatagarasu, lambang yang digunakan JFA, dalam mitologi dikenal sebagai burung gagak hitam berkaki tiga. Burung kiriman Amaterasu (Dewi Matahari) yang berasal dari surga ini diutus untuk membimbing perjalanan Kaisar Jimmu (660 SM-585 SM) dari Kumano ke Yamato.  

Pada masa Kaisar Nintoku (313-399), burung yang tidak tergambar resmi sebagai lambang Jepang ini, diabadikan di Kuil Abe Oji, Osaka. Sejak saat itu, Yatagarasu dikenal luas masyarakat. Di Korea Selatan misalnya, burung mistis ini disebut Samjokgo yang berarti simbol kekuatan. Sedang di Cina, dipanggil Sanzuniao yang digambarkan berwarna merah dan diasosiasikan dengan matahari.

Melalui Yatagarasu, JFA yangmenjadi anggota Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) tahun 1954, ingin menyampaikan pesan kepada dunia bahwa tim nasional Jepang merupakan utusan Dewi Matahari. Selain itu, lambang Yatagarasu juga diberikan kepada klub sepakbola di Jepang yang berhasil menjuarai Piala Kaisar.    

Meksiko

Negara ini terletak di belahan Amerika Utara yang berbatasan dengan Amerika Serikat, Guatemala dan Belize di tenggara; Samudera Pasifik di barat; serta Teluk Meksiko dan Laut Karibia di timur. Luas negara yang tergabung di zona CONCACAF (Confederation of North, Central American and Caribbean Association Football) sejak 1961 ini sekitar 1.972.550 km2.

Federación Mexicana de Fútbol Asociación A.C merupakan Asosiasi Sepakbola Meksiko yang berdiri tahun 1927 dan menjadi anggota FIFA sejak 1929 dengan inisial MEX. Asosiasi ini menaungi sebanyak 311 klub, 325 ribu pemain teregistrasi, serta bertanggung jawab terhadap kelancaran 1a Division (Liga Utama Meksiko). 

El Tri” singkatan dari Tricolores of Mexico yang merujuk pada komposisi bendera tiga warna (hijau-putih-merah) merupakan julukan kesebelasan Meksiko. Kostum kebesarannya pun perpaduan dari warna bendera tersebut yaitu kaus hijau-celana putih-kaus kaki merah.

150px-Fedemexfut2009logo.svgAsosiasi Sepakbola Meksiko menggunakan elang emas (golden eagle) sebagai simbol  yang merupakan lambang negara didasarkan atas latar sejarah. Bagi rakyat Meksiko, lambang elang emas di atas pohon kaktus yang memakan ular memiliki makna bahwa kebenaran akan selalu mengalahkan kejahatan.

Lambang ini pula yang mengabadikan kisah berdirinya kota Meksiko City yang kala itu bernama Meksiko-Tenochtitlan. Kisah berawal saat bangsa Meksika atau yang dikenal dengan nama bangsa Aztek melihat perkelahian antara elang dan ular di atas pohon kaktus. Bangsa Aztek percaya bahwa kejadian tersebut pertanda dari dewa agar mereka mendirikan ibukota yang baru. 

Bangsa Aztek yang menyebut dirinya sebagai Bangsa Matahari percaya bahwa elang merupakan jelmaan Dewa Matahari (Huitzilopochtli) yang melambangkan kebaikan dan kebenaran. Pohon kaktus yang disebut ”Nochtli” melambangkan wilayah Tenochtitlan. Sementara ular, simbol kejahatan dan dosa.

Elang emas (Aquila chrysaetos) merupakan burung berukuran antara 75 hingga 90 cm dengan rentang sayap antara 190-227 cm. Beratnya berkisar antara 3-6 kg, dan biasanya tubuh betina lebih besar ketimbang jantan. Burung yang tersebar di Amerika bagian utara dan Meksiko ini menyukai habitat terbuka seperti pegunungan, padang rumput, dan daerah berhutan.

Perancis

Nama “France” yang diindonesiakan menjadi Perancis, berasal dari bahasa latin “Francia” dengan arti tanah bangsa Frank atau “Frankland”. Negara Napoleon ini memiliki luas  547,030 km² yang berbatasan dengan Inggris di utara; Laut Tengah dan Spanyol di selatan; Teluk Biscaye dan Jerman di barat; serta Swiss dan Italia di timur.

Sepakbola sudah dikenal di Perancis sejak 1872 yang ditandai dengan berdirinya Havre Athletic Club. Kompetisi sendiri mulai bergulir pada 1894 yang diorganisir oleh Union des Sociétés Françaises de Sports Athlétiques.

ImageSejak itu, sepakbola berkembang. Namun, belum dibentuknya asosiasi sepakbola membuat tugas tersebut diemban oleh beberapa federasi olahraga sebagai penyelenggara kegiatan. Bahkan hingga FIFA mendirikan markasnya di Paris tahun 1904, dan tim ”Ayam Jantan” Perancis melakukan debut pertama melawan Belgia, badan administratif yang menangani sepakbola dalam negeri itu pun tak kunjung berdiri.

Tahun 1906, Comité Français Interfédéral (CFI) secara khusus ditugaskan membidani sepakbol. Inilah cikal-bakal berdirinya Asosiasi Sepakbola Perancis, Fédération Française de Football (FFF) tahun 1919, meski keanggotaannya di FIFA telah tercatat sejak 1904 dengan inisial FRA. Sedangkan di Union of European Football Associations (UEFA), berafiliasi sejak 1954.

FFF menaungi 20 ribu klub dengan hampir 2 juta pemain teregistrasi, sekaligus mengatur ketat jadwal liga domestik, dengan Ligue 1 andalannya. Beberapa pemain besar asal Perancis diantaranya adalah Michel Platini (Presiden UEFA), Eric Cantona (legenda Manchester United), dan Zinedine Zidane, pemain terbaik dunia tiga kali (1998, 2000, 2003).

Perancis bangga dengan simbol ayam jantan pada asosiasi sepakbolanya yang bermakna petarung sejati. Bahkan, saat menjadi tuan rumah sekaligus juara Piala Dunia 1998, maskotnya berupa ayam jantan. Namanya Footix, yang berhasil menepikan beberapa nama seperti Raffy, Houpi, dan Gallik. Akhiran ix merupakan inspirasi dari komik populer Asterix yang dibuat tahun 1959 oleh René Goscinny dan Albert Uderzo. Footix mengenakan pakaian biru, warna kostum kesebelasan Perancis, yang bertuliskan “FRANCE 98” di dada.

Awalnya, ayam jantan digunakan untuk menggambarkan kehebatan suku Galia. Ini terlihat dari kata le coq gaulois atau gallic rooster yang artinya suku Galia gagah berani bagaikan ayam jantan. Secara makna, kata coq atau cock dalam bahasa Inggris berarti ayam jantan dewasa. Sedangkan gaulois merupakan suku (Galia) yang telah mendiami Eropa barat sekitar abad 390 SM.

Sebelumnya, tidak ada hubungan spesial antara ayam jantan dengan suku Galia. Namun, setelah para raja di Perancis mengartikan bahwa kokok ayam jantan di pagi hari merupakan kemenangan kebaikan atas kejahatan, maka keberadaan ayam jantan mulai diperhatikan. Tidak hanya itu, ia selalu dikaitkan dengan suku Galia.

Bahkan, saat revolusi Perancis tahun 1789 terjadi, ayam jantan dijadikan simbol perjuangan. Gallic rooster dianggap perwujudan suku Galia, yang terkenal tangguh dan pantang menyerah. Sebagai bentuk penghargaan, gambar ayam jantan diabadikan dalam mata uang emas Perancis senilai 20 Franc yang berlaku tahun 1899 hingga 1914. Namun, sebagaimana Yatagarasu, ayam jantan juga tidak tergambar resmi sebagai lambang Perancis.

Ayam merupakan suku burung (Phasianidae) yang tersebar luas di seluruh dunia dan hidup di permukaan tanah. Kebanyakan, jantannya mempunyai taji pada kaki dan bila terbang tampak ragu-ragu meski biasanya hanya untuk jarak pendek. Di Indonesia, terdapat dua jenis ayam yaitu ayam-hutan merah (Gallus gallus); tersebar hingga Cina selatan dan Himalaya, serta ayam-hutan hijau (Gallus varius) yang berada di Jawa dan Nusa Tenggara.* Bersambung…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s